Kelompok HAM: 30 Orang Masih Ditahan di Penjara Rahasia CIAKelompok HAM: 30 Orang Masih Ditahan di Penjara Rahasia CIA

Kelompok HAM: 30 Orang Masih Ditahan di Penjara Rahasia CIA

London-RoL — Enam kelompok hak asasi manusia (HAM) , Kamis (7/6),
menyiarkan satu daftar 39 orang yang diduga ditahan di penjara-penjara
rahasia yang ditangani CIA (Badan Intelijen Pusat AS), tapi tidak
diketahui keberadaan mereka. Sedangkan AS menyatakan penjara-penjara
itu kosong.

Kelompok HAM Inggris Amnesty International Cageprisoners dan
Reprieve bersama dengan kelompok HAM AS Human Rights Watch (HRW),
Center fo Constitutional Rights (CCR), dan Center for Human Rights and
Global Justice (CHRGJ) mengeluarkan laporan setebal 21 halaman berjudul
Off the Reord: US Responsibility for Enforced Disappearances in the
‘War on Terror.

Daftar itu termasuk nama empat orang yang dianggap sebagai pertama
kali hilang. Seluruhnya, laporan itu merinci 39 orang itu berasal dari
Mesir, Kenya, Libya, Maroko, Pakistan, dan Spanyol.

"Laporan Off the Record menyoroti aspek-aspek program penahanan CIA
yang oleh pemerintah AS secara aktip berusaha ditutupi, seperti
lokasi-lokasi di mana para tahanan itu kemungkinan ditahan,
penganiayaan yang mereka alami, dan negara-negara di mana mereka
mungkin dipindahkan," kata pernyataan dari kelompok-kelompok itu.

Presiden AS George W Bush mengakui adanya program penjara-penjara
rahasia itu September lalu, tapi pemerintahnya menegaskan bahwa setelah
pemindahan 14 tahanan yang diduga terlibat dalam jaringan Alqaidah ke
fasilitas-fasilits Angkatan Laut AS di Teluk Guantanamo, Kuba, CIA
tidak lagi memiliki para tahanan di penjara-penjaranya.

Laporan itu juga mengatakan bahwa para anggota keluarga mereka yang
ditahan di penjara-penjara rahasia itu termasuk pasangan dan anak-anak
mereka di bawah usia tujuh tahun, juga ditahan secara rahasia.

Mereka mengutip contoh Khalid Sheikh Mohammad, yang diperkirakan
sebagai pemimpin kelompok yang bertanggungjawab atas serangan 11
September 2001 di AS, yang anak-anaknya berusia tujuh tahun dan
sembilan tahun ditahan September 2002.

"Menurut para saksi mata, kedua anak itu ditahan di pusat tahanan
orang dewasa paling tidak empat bulan saat para agen AS memeriksa
anak-anak itu tentang keberadaan ayah mereka," kata organisasi itu.

"Tugas pemerintah untuk melindungi rakyat dari tindakan-tindakan
terorisme tidak dibicarakan," kata Claudia Cordone, Direktur Senior
Riset di Amnesty International.

"Tapi menahan pria, wanita, dan bahkan anak-anak, dan menempatkan
orang di lokasi-lokasi rahasia menghilangkan secara pasti perlindungan
paling mendasar bagi para tahanan. Pemerintah AS harus mengakhiri
praktek ilegal dan menjijikkan secara moral ini untuk
selama-selamanya."

Amnesty, CCP, dan Kilinik Hak Asasi Manusia Internasional Fakultas
Hukum Universitas New York juga mengumumkan bahwa mereka mengajukan
gugatan ke pengadilan federal AS untuk berusaha mengungkapkan rincian
menyangkut para tahanan yang mereka perkirakan masih ditahan secara
rahasia, sesuai dengan kebebasan undang-undang informasi.

Keberadaan penjara-penjara rahasia yang ditangani CIA, yang
diungkap tahun 2005 oleh suratkabar Washington Post, memicu kecaman
keras di seluruh dunia, terutama di Eropa, di mana dua penyelidikan
menunjukkan bahwa sejumlah negara bekerjasama dengan program ini.
antara/afp

is

Leave a Reply